Gerimis

Gerimis..

gerimis Januari biru..

Terpekur kudisini, menerawang kilauan sorot sinar mata itu

Usai mendamba jauhnya asa, segelas perasaan yang meluber

Kini menikung, meringkuk, diam seketika..

Semoga kudapati dia bahagia, selalu dan selalu..

 

 

Candi Jajaghu (Jago)

Kali ini saya dan teman saya, Haki, berkesempatan mengunjungi situs sejarah bangunan Candi di daerah Tumpang.  Ini kali ketiga saya berkunjung ke candi ini, karena kebetulan tidak terlalu jauh juga dari kota Malang. Selain itu, saya juga menemani Haki untuk melakukan reportase terhadap situs sejarah ini.

Candi ini terletak di dusun Jago, daerah Tumpang (dekat Pasar Tumpang), Malang. Banyak pengunjung menyebutnya Candi Jago, tapi penduduk sekitarnya menyebut secara tradisi adalah Cungkup. Cungkup berarti bangunan yang dikeramatkan. Nama Candi Jajaghu sebenarnya memang ada dalam 2 kitab yaitu kitab Pararaton dan Kitab Sastra Kuno Negarakertagama. Candi ini adalah Candi peninggalan kerajaan Singasari. Saya dan teman saya mengambil beberapa momen gambar pada situs sejarah ini..

Diambil dari atas candi

Arca penjaga candi

Sore hari dimanfaatkan warga untuk bermain bulutangkis di sisi candi, tentunya dengan seizin penjaganya..

One Night With Febi

Malam yang dingin di daerah kota Malang, Jawa Timur. Dengan kamera seadanya, EOS DSLR 1000D, aku dan teman magister-ku (Febi) berencana untuk keluar sekedar untuk makan dan mengatasi kebosanan. Kebetulan temanku yang satu ini juga antusias dalam memotret.. So, jadilah malam yang menyenangkan.

Niat makan malam di Cafe, eh temenku ditodong menyanyi.. hee

Sudah tahu lampu merah tetap aja dilanggar..ini resikonya..

 

Indahnya lampu-lampu ini.. buble light jepretanku..

Di Bundaran Tugu, Malang.

Hasil jepretan Febi…

 

Tugu

Balai Kota Malang (kiri) dan Tugu (kanan)

 

Sajak Kecil Dalam Hujan

by: Ayie

(Hayyu Febriani)

1

Ini sudah siang, namun sang surya tak terlihat keberadaannya. Oh, rupanya matahari masih ingin diselimuti mendung. Semakin tidur dan terlelap. Gelap kini. Suara bergemuruh bersahutan memecah langit.  Kilatannya terpancar di sela-sela kumpulan awan hitam. Tidak begitu lama, tetesan air berjatuhan, seperti tak sabar bersua dengan bumi. Semakin deras, dan semakin berisik. Langitpun begitu gelisah dengan genderang-genderang yang sesekali menyentak. Tapi gadis itu biasa saja. Tidak terpancing dengan kegelisahan langit, dan bagian bawah roknya yang panjang sudah mulai basah. Dia terdiam dan memejamkan mata, menyandarkan kepalanya ke tiang halte bus. Lama. Tidak ada bus yang melintas.

***

2

Gadis kecil itu sangat menikmati gerimis. Tangannya yang mungil ditadahkannya keatas demi buaian tetesan air hujan. Semakin deras, semakin dia antusias. Lalu meluberlah air dalam tampungan tangannya. Dia lempar dengan sekuat tenaga, menyatu dengan derasnya hujan, sambil berteriak riang, “Hujaaaan ayo menari bersamaku”.  Berputarlah dia dengan irama yang seimbang, sesekali kepalanya diangkat ke atas, menikmati rintiknya yg bersentuhan dengan kulit, lalu diusap dengan tangannya yang kecil. Keceriaannya tak berhenti sampai disana. Rindunya pada hujan tak tertahankan. Sudah lama ia menanti hujan ini. Dan ini kali pertama hujan berkunjung lagi padanya. Berteman dengan hujan adalah hal yang sangat menakjubkan baginya. Bagi dia, si gadis kecil.

Dia begitu kuat, tidak ada demam atau meriang. Wajahnya justru berseri-seri. Didekapnya ibunya yang sedang memasak di dapur. “Bu! Besok Dinda hujan-hujanan lagi ya!”, ucapnya sangat antusias.

Ibunya memandang gadis kecil itu, “Boleh, tapi jangan lama-lama ya kalau hujan-hujan, nanti kalau sakit malah ga bisa main sama hujan!”, jawab ibunya.

Dinda tersenyum, “Iya buu”.

Dinda berlari ke kamarnya, lalu menyusun balok-balok mainannya menjadi sebuah istana. Ditaburkannya benang-benang yang telah ia potong kecil-kecil, berhamburan di istana buatannya. Benang itu adalah hujan. Hujan dalam imajinasinya. Hujan yang selalu dia sertakan dalam setiap kisahnya.

Hujan, janganlah pergi…

Hujan, jadilah teman baikku..

Itulah yang dia pikirkan, untuk seorang gadis kecil, gadis mungil dengan berjuta tawa. Pilihan itu jatuh pada hujan. Hujan yang selalu dinantikan. Hingga beranjak dewasa, hujan tetap menjadi pesonanya, inspirasinya.

***

3

Dinda tersenyum, memandang beribu gambar gerimis buatannya di dalam kamar.  Hari ini dia berjanji dengan kawan-kawannya.  Dimasukkannya kamera, dan buku catatan kecil, dan bermacam roti serta makanan kecil  ke dalam ranselnya. Riang sudah menunggu di depan.

“Hey, Riang! Ini masih terlalu pagi”

“Ah dasar Dinda! Justru semakin awal berangkat semakin bagus!”

“Iya deh, yuuk berangkat, eitsss yang lain mana?”

“Sudah nunggu di depan kampus!”

Mereka memulai perjalanan mereka ke sebuah pulau, Sempu namanya. Perjalanannya cukup lama dari kota Malang.

Seperempat dari perjalanan, mereka terhenti. Sedangkan kawan-kawan yang lain sudah melaju terlebih dahulu.

“Kenapa, Riang?”,Tanya Dinda.

“Wah, kumat lagi ini! Si motor tua memang rada sakit-sakitan. Padahal udah servis”.

Dinda menatap langit, mendung mulai berarak, mendekat.

“Coba SMS yang lain! Sambil aku dorong sepeda, cari bengkel yang dekat”.

Dinda mengangguk.

Gerimis memulai nadinya. Namun hanya rintik kecil yang menggelitik. Bengkel pun belum ditemukan. Daerah ini bukanlah daerah ramai. Yang lewat kebanyakan truk, baik truk kecil maupun besar. Perjalanan mereka pun terhenti sebentar.

“Gimana? Yang lain sudah balas sms?”

“Belum. Rinda, Fahri, Ananta, dan Kirana, semuanya nggak balas”

“Khrisna?”

“Ga tau nomornya Khrisna”, ucap Dinda.

“Yasudah, mungkin mereka nggak dengar karena masih di jalan, kecuali mereka berhenti sebentar, semoga baca SMS kamu”

“Iya”. Lalu, Dinda melihat rumah kecil di kejauhan. “Eh Riang, lihat deh, di depan rumah itu ada ban menggantung. Mungkin saja itu bengkel.

“Oke kita kesana”.

Setibanya disana, mereka bisa lega karena benar rumah itu adalah sebuah bengkel kecil. Di sebelahnya, terdapat warung kopi dan disanalah Dinda dan Riang berteduh sambil memesan kopi. Hujan bertambah deras, semakin deras.

“Kenapa tiba-tiba hujan ya! Cuaca sekarang nggak bisa diprediksi!”

“Mungkin Hujan rindu pada kita”, Dinda menimpali.

Riang menatap Dinda sebentar, lalu berpaling pada kopi yang tengah disuguhkan penjual.

“Apa yang harus dirindukan hujan padamu?”, tanya Riang.

Dinda tersentak. “Setiap apa yang kita berikan padanya”, ucapnya kemudian.

Riang tertawa, “Apa yang sudah kamu berikan?”.

Dinda menerawang. “Mau tau aja!”, jawab Dinda

Riang tersenyum geli. “Oke..oke.. semoga hujan benar-benar rindu padamu ya!”.

Riang mengeluarkan beberapa kertas dari ranselnya, “Ini, data yang kau butuhkan kemarin.  Maaf aku baru ingat”

“Apa ini?”

“Data praktikum kemarin! Katanya kamu butuh cepat!”, ucap Riang. Tetapi Dinda tidak terlalu memperhatikan ucapan Riang, Dinda fokus melihat kertas itu.

Riang menyeruput kopinya dengan santai. Riang melihat mimik Dinda yang berubah, diperhatikannya lagi. Dinda tersenyum membaca kertas yang diberikan Riang. Riang sedikit heran.

“Apa ada yang salah dengan datanya?”

“Nggak, aku senang membacanya. Indah. Bagus!”

“Indah?”, Riang melongo. Dengan sigap diambilnya kertas itu dari Dinda, lalu Riang menepuk dahinya. “Haduuh”.

“Sudah kubaca keduanya, Bagus, kamu punya bakat jadi penyair. Nggak nyangka!”

“Wah ternyata salah kertas”

“Kebanyakan kertas sih!”, ledek Dinda.

Mereka tertawa di tengah derasnya hujan sambil menunggu motor yang sedang diperbaiki. Mereka dan hujan, dan kedua sajak itu.

***

1.     Entah

Hentakan karang yang embun pun hengkang. Hamba membeku, bertingkah juga layu. Jelaga arang hamba kuyup oleh ludah tabu. Seperti labirin tetap kusut membalutku. Topang diriku dengan senyum lapang, sayang. Yang semoga itu cermin dari sum-sum dalam. Tahukah kau, hadir menerka adalah gerbang keharapan. Mumpung ilalang tak menjamah tumit. Pinus tua melepas kaku. Aku mengarak bunga-bunga ke utara, kemarilah.

Jogja, Juni 2009

2.    Di sekitarmu, aku mendoakanmu

Aku tegar disampingmu meski fajar dan lembayung senja bersua sembari membayangkan kita menikmati bubur ayam di balkon saat gerimis sore itu diketuk oleh kapel gereja yang bersahutan dengan geming adzan dari surau dekat sumur di sebuah desa lembah gunung sumbing dimana engkau dan aku memungkasi masa-semoga kau tahu itu.

Jogja. Juni 25, 2009

***

Rencana yang gagal. Itu adalah tema yang diusung oleh Dinda dan Riang keesokan harinya. Ketika teman-temannya membawa seribu cerita tentang pulau sempu, Dinda dan Riang hanya mendengarkannya.

“Ah, lain kali kita bisa ke sempu lagi, membangun tenda juga, camping! Kemarin kan hanya satu hari. Itu kurang lah”.

“Setidaknya lebih baik daripada tidak sama sekali”, ucap Fahri tersenyum.

“Sialan..”,ucap Riang kemudian tertawa.

Dinda pun terkikik.

***

 

4

Bima bertemu Dewaruci untuk mencapai pencerahan spiritual. Senopati bertemu Ratu Kidul untuk memperkuat kekuasaan. Aku bertemu denganmu untuk saling menambah keteguhan.

 

Baru saja melintasi hujan. Angin membawa serpihannya hingga masuk ke teras rumah. Dinda memandang senang, menemukan embun-embun indah yang membasahi lantai. Namun ada yang lebih indah dalam pikirannya. Ketika hujan turut menemaninya dalam perjalanan. Kemarin. Perjalanan dari sebuah desa kecil bersama Riang, dimana beberapa mahasiswa mengikuti program pemberantasan buta huruf di daerah itu setiap sabtu-minggu.

Keesokan harinya di kampus, Dinda terlihat tidak enak badan.

“Dinda, kemarin kamu kelihatan senang banget kehujanan! Sampai-sampai flu gini!”, ucap Riang seusai kuliah.

“Iya..gapapa, flu kan bisa minum obat, kalau hujan ga bisa ditunda”, jawab Dinda.

“Ya jelas ga bisa ditunda, kamu kan bukan pawang hujan!”

“Haha iyalaah. Oya kemarin itu rasanya senang banget, bisa ikut program itu. Ada seorang bapak yang duduk di belakang bilang pada anaknya, kalau anaknya bisa mengeja maka akan diberi permen”, sambung Dinda

“Kalau di kelas ibu-ibu dan bapak-bapak, mereka tidak mau mengeja ‘ini ibu budi’, katanya nanti seperti anak Te-ka, hehe”, timpal Riang.

Mereka menikmati tawa.

“Oya, Riang, apa sih resepnya biar banyak wacana seperti kamu? kamu kan pabrik wacana tuh!”, seketika Dinda refleks mengalihkan obrolan.

“Resep? Kaya mau demo masak! Hm.. asupan wacana itu dari diskusi dan membaca, kalau keduanya ditinggal ya nggak nambah-nambah!”, jawab Riang.

“Yaudah, sekarang aku mau pinjam buku-bukumu! Ditambah lagi diskusi denganmu”, ucap Dinda nyengir.

“Sekarang?”

“Iya! Mau ngadakan acara untuk May Day nih”

“Kan masih bulan depan!”

“Persiapannya dari sekarang lah..”

“Besok aja kubawakan buku-bukunya. Oke? Baca dulu, baru diskusi! Lagian laporan praktikum kamu juga banyak yang belum selesai!”

“Okey kalo gitu, besok yaa”, ucap Dinda dengan wajah berseri^^,

***

“Hei Dinda, kamu pernah bilang pengen belajar filsafat kan?”

“iya, kenapa?”

“Pernah baca buku Dunia Sophie?”

Dinda menggelengkan kepala.

“Ini, untukmu! Dunia Sophie, novel filsafat”

“Untukku?”

“Iya. Semoga Bermanfaat. Oya, mungkin buku yang kuberikan ini cetakannya versi jelek, hehe.. harap maklum harganya lebih murah.. Tapi kisah yang tertulis disini, barangkali cerita inspiratif yang bisa berpengaruh dalam hari-harimu kedepan”.

Dinda terdiam, tidak percaya. Lalu tersenyum. Manis.

***

5

Gadis itu, Dinda, membuka mata. Pandangannya yang buram lalu bertambah jelas seketika. Masih tetap bersandar di tiang halte bus. Masih menunggu bus. Namun, hujan tak lagi berkuasa. Hujan tak bersemangat menyentuh bumi.

“Apa yang tiba-tiba menyergapmu, biarkan aku membantumu membebaskannya, setidaknya biarkan aku turut menanggungnya. Biar hujan mengatupkan senja, beribu cahaya pudar, aku akan menggandengmu meniti jalan pelan-pelan, berbagi keseimbangan. Makanya aku pernah bilang, kalau merasa apa-apa, berbagilah padaku, jangan anggap aku tidak ada”, kata-kata Riang mengiang di telinga Dinda.

“Namun kau memang tidak ada. Dan aku tak bisa berbagi, dan kini merasa apa-apa”, ucap Dinda dalam hati.

Tak ingin menapak terlalu jauh tentang hal yang telah lalu, karena langkah ini tak mampu lagi berayuh..

Gerimis..gerimis Januari biru..

Terpekur kudisini, menerawang kilauan sorot sinar mata itu

Usai mendamba jauhnya asa, segelas perasaan yang meluber

Kini menikung, meringkuk, diam seketika..

Semoga kudapati dia bahagia, selalu dan selalu..

Hujan meninggalkan Dinda, perlahan… Meninggalkan lamunan kecil Dinda tentang masa kecilnya dan Riang.

Bus kota mulai berlalu-lalang, satu diantaranya berhenti dihadapan Dinda, lalu menjadi magnet bagi tubuhnya. Dinda beranjak, masuk kedalamnya.

***selesai***

Hujan. Tak tahu lagi ada berapa cerita darinya, tak terhitung. Saat menunggu reda, dan berbincang banyak tentang masa depan. Saat tangis tak lagi terbendung oleh luapan yang menyertai keberadaan kita. Kita dan hujan. (Ayie, Mei 2012)

EKOFISIOLOGI TANAMAN

Ilmu ekofisiologi tanaman adalah hal yang menarik, karena menggabungkan antara ilmu Fisiologi dan Lingkungan. Artikel ini sebenarnya ialah tugas saya S2 di semester 1 untuk mata kuliah ekofistan, saya pajang untuk berbagi informasi..lebih bagus lagi kalau ada yang menambahi..  Semoga bermanfaat^^,

Ilmu Ekofisiologi Tanaman

Ekofisiologi Tanaman adalah ilmu tentang respon fisiologis tanaman terhadap lingkungan. Fisiologi adalah ilmu yang mendeskripsikan tentang mekanisme fisiologis yang mendasari observasi ekologi. Di sisi lain, ilmuan ekologi atau fisiologi mengarahkan permasalahan ekologi tentang pengontrolan pertumbuhan, reproduksi, kemampuan bertahan hidup, dan penyebaran geografi tanaman sebagai proses yang diakibatkan oleh interaksi antara tanaman dengan mekanisme fisikanya, kimia, dan lingkungan biotik (Lambers, 1998).

Ekofisiologi melibatkan studi deskriptif tanggapan organisme dengan kondisi sekitar dan analisis mekanisme fisiologis yang sesuai secara ekologis bergantung pada setiap level. Pendekatan ekofisiologi harus memperhitungkan polimorfisme di respon individu, yang sebagian besar bertanggung jawab untuk kemampuan adaptasi dari setiap kelompok. Dalam hal ini, studi ekofisiologi menghasilkan informasi yang fundamental untuk memahami mekanisme yang mendasari strategi adaptasi. Pada studi ekofisiologi akan mengeksplorasi proses fisiologis yang mempengaruhi pertumbuhan, reproduksi, kelangsungan hidup, adaptasi, dan evolusi tanaman. Proses-proses fisiologis meliputi hubungan air, nutrisi mineral, transportasi zat terlarut, dan energetika (fotosintesis dan respirasi). Pengaruh faktor biotik dan abiotik, fisiologi stres dan konsekuensi ekologis untuk adaptasi dan evolusi tanaman juga termasuk dalam studi ekofisiologi tanaman (Ebbs, 2009).

Ekologi menyediakan pertanyaan dan permasalahan di sekitar kita, dan fisiologi menyediakan alat untuk mekanismenya. Teknik yang mengukur mikro tanaman, hubungan air dengan tanaman, dan pola pertukaran karbon menjadi ciri dari ekofisiologi. Sebagai contoh, pertumbuhan tanaman pada awalnya dijelaskan dalam hal perubahan dalam bobot tanaman. Pengembangan peralatan untuk mengukur pertukaran gas pada daun, untuk ahli ekologi dalam mengukur laju pemasukan dan pengeluaran karbon oleh tiap daun pada tanaman. Analisa pertumbuhan mengenai alokasi karbon dan nutrisi  pada akar dan daun, seiring dengan laju produksi dan matinya tiap jaringan. Proses tersebut secara bersamaan memberi penjelasan yang menyeluruh mengenai perbedaan pertumbuhan tanaman pada lingkungan yang berbeda (Lambers, 1998).

 

Respon Tanaman Terhadap Lingkungan

Cekaman (stress) merupakan factor lingkungan biotik dan abiotik yang dapat mengurangi laju proses fisiologi. Tanaman mengimbangi efek merusak dari cekaman melalui berbagai mekanisme yang beroperasi lebih dari skala waktu yang berbeda, tergantung pada sifat dari cekaman dan proses fisiologis yang terpengaruh. Respon ini bersama-sama memungkinkan tanaman untuk mempertahankan tingkat yang relatif konstan dari proses fisiologis, meskipun terjadinya cekaman secara berkala dapat mengurangi kinerja tanaman tersebut. Jika tanaman akan mampu bertahan dalam lingkungan yang tercekam, maka tanaman tersebut memiliki tingkat resistensi terhadap cekaman. Contoh cekaman adalah kekurangan nitrogen, kelebihan logam berat, kelebihan garam dan naungan oleh tanaman lain (Lambers, 1998).

Kompensasi yang dilakukan tanaman untuk efek karena adanya cekaman, terjadi berbeda pada tiap tanaman untuk skala waktunya, karena mekanismenya berbeda-beda tergantung hal itu pada cekaman alami dan proses fisiologinya. Jika tanaman mampu menghadapi stress lingkungan pasti tanaman tersebut mempunyai ketahanan cekaman (stress resistance). Namun ketahanan terhadap cekaman sangat berbeda pada tiap-tiap spesies (Lambers, 1998).

Sebagai contoh adalah respon tanaman terhadap cekaman kekeringan dan salinitas; Cekaman kekeringan terjadi ketika ketersediaan air pada tanah berkurang dan kondisi atmosfer menyebabkan terus berkurangnya air karena transpirasi dan evaporasi. Cekaman bisa terjadi pada sehari-hari tanamanatau periode waktu yang panjang (Hale, 1987). Pada kondisi cekaman kekeringan  maka  stomata  akan  menutup sebagai  upaya  untuk  menahan  laju transpirasi.  Saat  stomata  tertutup,  maka tidak akan terjadi fotosintesis (Zoko, 2009).  Menurut Jumin  (1992), kekurangan air  langsung mempengaruhi  pertumbuhan  vegetatif  tanaman.  Proses  ini  pada  sel  tanaman ditentukan  oleh  tegangan  turgor.  Hilangnya  turgiditas  dapat  menghentikan pertumbuhan sel (penggandaan dan pembesaran) yang akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat.

Kehilangan  air  pada  jaringan tanaman  akan  menurunkan  turgor  sel, meningkatkan  konsentrasi  makro  molekul serta  senyawa-senyawa  dengan  berat molekul  rendah,  mempengaruhi  membran sel  dan  potensi  aktivitas  kimia  air  dalam tanaman.  Peran  air  yang  sangat  penting tersebut menimbulkan  konsekuensi  bahwa langsung atau tidak langsung kekurangan air pada  tanaman  akan  mempengaruhi  semua proses  metaboliknya  sehingga  dapatmenurunkan pertumbuhan  tanaman  (Sinaga, 2002).

Jika air hujan sedikit, garam tidak akan dilepaskan dari volume tanah, dimana hasil akan berkurang dengan bertambahnya jumlah garam. Pengaruh  utama  salinitas  adalah berkurangnya  pertumbuhan  daun  yang langsung  mengakibatkan  berkurangnya fotosintesis  tanaman.  Tanggapan  yang pertama  kali  dilakukan  tanaman  adalah menurunkan  tekanan  turgor.  Penurunan tekanan  turgor  ini  berdampak  pada menurunnya kemampuan perkembangan dan perbesaran ukuran  sel. Penurunan  turgor  ini diperkirakan  sebagai  proses  yang  paling sensitive  pada  tanaman  dalam  merespon adanya  konmdisi  cekaman  kekeringan. Akibat  dari  menurunnya  turgor  ini  bisa berpengaruh  pada  penurunan  pertumbuhan yang meliputi pertambahan panjang batang, perluasan  daun  dan  penyempitan stomata (Zoko, 2009).Respon  lain  yang  diberikan  oleh tanaman  saat  terjadi  cekaman  garam  adalah dengan meningkatnya  kadar  hormone  asam absisik  (ABA). Konsentrasi  endogenus  ABA  meningkat pada  jaringan  tanaman  selama  tanaman  terkena  cekaman,  baik  cekaman  garam, kekeringan  maupun  dingin. (Moons, 1995)

 

Konsep dan Pendekatan Penelitian Ekofisiologi

Penelitian tentang pertumbuhan merupakan sebagian efek dari aklimasi oleh individu dan perbedaan genetik diantara populasi. Aklimasi dapat diperoleh dengan pengukuran fisiologi secara genetik hal ini mirip dengan pertumbuhan tanaman yang ditanam pada kondisi lingkungan yang berbeda. Sebagai contoh, penelitian sebelumnya menunjukkan tanaman yang tumbuh pada suhu yang rendah secara umum memiliki suhu optimal yang lebih rendah untuk fotosintesis dari pada tanaman yang tumbuh di suhu hangat. Kita dapat menjelaskan perbedaan genetik dengan tumbuhnya tanaman yang telah terkoleksi dari alpine dan elevasi habitat yang rendah dalam kondisi lingkungan yang sama. Tanaman alpine secara umum mempunyai suhu optimal yang lebih rendah untuk fotosintesis elevasi populasi yang rendah. Demikian, banyak tanaman alpine yang berfotosintesis dengan cepat, juga pada aklimasi dan adaptasi. Penelitian control lingkungan merupakan komplemen penting untuk observasi lapang. (Lambers, 1998).

Model ekologi dan modifikasi molekuler spesifik karakter adalah dua pendekatan yang selama ini digunakan dalam eksplorasi ekologi dari spesifik karakter. Model ekologi dapat dikisar dari hubungan empiris sederhana hingga model matematika komplek yang tergabung dalam pengaruh secara tidak langsung seperti perubahan nitrogen dan leaf area. Molekuler modifikasi gen dapat mengkode karakter. Pada cara molekuler modifikasi kita dapat mengekplorasi akibat dari perubahan kapasitas fotosintesis, sensitivitas pada hormone atau respon terhadap naungan(Lambers, 1998).

 

 Referensi

Ebbs, Stephen. 2009. Plant Ecophysiology-Spring Semester. http://www.plantbiology.siu.edu/plb530/index_files/PLB530_Sp09.pdf

Jumin, H. B. , 1992, Ekologi Tanaman suatu Pendekatan Fisiologi, Rajawali Press, Jakarta.

Lambers, H., F. Stuart Chapin, Thijs L. Pons. 1998. Plant Physiological Ecology. Springer. New York.

Moonns.  A.  1995.  Molecular  and Physiological  Responses  to Abscisic  Acid  Salts  in  Roots  of Salt-Sensitive  and  Salt-Tolerant Indica Rice Varieties. Plant Physiol Vol 107: 177-186.

Zoko,  G.  2009.    Cekaman  Kekeringan. Diakses dari gozomora.blogspot.com

Sinaga,  S.  2002.  Asam  Absisik  Sebuah Mekanisme  Adaptasi  Tanaman Terhadap  Cekaman  Kekeringan. Hal  1-6.  Diakses  dari http://www.daneprairie.com

Finding Happiness

(Sedih) Edited by Me-Ayie ^_^.. Makasi buat mas Agung W. yang udah jepret foto ini..

All of people have feel to everything they feel. Senang, sedih, jengkel, marah, dan lain-lain. Pada kondisi sedih, akan menjadi hal yang sulit untuk menemukan kebahagiaan. Maksud saya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya, bukan sekedar pengalihan perhatian dari kesedihan. Dan anda tahu apa yang saya lakukan untuk menemukan kebahagiaan itu, pertama berpikir. Apakah aku perlu bersedih terus akan permasalahan ini? Kedua, Apa dampak dari kesedihan ini jika terus berlanjut? Ketiga, Bagaimana keluar dari kesedihan ini? Keempat, Apa yang harus dilakukan untuk membuat hari2 kedepan tidak ada kesedihan seperti ini lagi (setidaknya tidak jatuh pada lubang yang sama, dan memahami permasalahan sebenarnya supaya tidak terulang). Adakalanya, tidak perlu terburu-buru melakukan keempat hal diatas, karena untuk sebagian orang, menikmati kesedihan sementara memberi efek yang baik karena emosi kesedihan bisa membuat lega dan akhirnya menyadarkan untuk bangkit dari hal tsb.

Setiap orang mempunyai cara yang berbeda untuk melepaskan kesedihan. Saya adalah orang yang lebih suka menulis di saat sedih, tapi ujung-ujungnya adalah sebuah karya sastra seperti puisi, cerpen, atau artikel yang kutulis secara dadakan karena menuruti kata hati yang sedang sedih. Namun diantara semuanya, mungkin puisi yang paling dominan. Setelah aku melihat hasil karya itu, ada rasa bahagia yang timbul. Ini bisa disebut pengalihan perhatian dari kesedihan. Setelah itu baru berpikir tentang menemukan kebahagiaan sebenarnya, bukan hanya pengalihan, dan ini adalah tentang keempat hal tersebut. Menemukan kebahagiaan itu membutuhkan proses, baik proses panjang atau pendek yang penting adalah jangan pernah berhenti untuk menemukannya.. Karena kita yang merasakan, pasti kita paling tahu bagaimana wujud dari kebahagiaan tersebut. Finding Happiness membuatmu memahami, mengerti setiap detail usaha yang kau lakukan untuk menemukannya. Bagaimana dengan cara kalian? Let’s share..

Kota Malang, 30 oktober 2011.

 

Inspiring Pare

Tulung Rejo, kecamatan kecil di Pare, kabupaten Kediri ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Pamor akan pusat belajar bahasa inggris sudah sangat melekat dan menjadi tujuan utama bagi siapapun yang ingin meng-upgrade kemampuan bahasa Inggrisnya.. saya pun sudah lama tertarik untuk belajar di Pare, keinginan itu baru terwujud setelah saya lulus kuliah dan memiliki banyak waktu luang untuk belajar disana. Sehingga dalam waktu 2 bulan, saya manfaatkan betul belajar bahasa inggris disana. Harga kursus yang terbilang miring, membuat saya bersemangat untuk mengambil banyak program disini. Alhamdulillah setelah belajar disana, nilai Toefl saya jadi meningkat bagus, lumayan bisa digunakan untuk apply scholarship master degree..

Pertama kali saya datang ke Pare bertepatan dengan liburan semester anak sekolahan ataupun mahasiswa (Juli,2011). Sangat sulit mencari asrama/camp, kos, semuanya penuh. Akhirnya dengan susah payah dan lobbying, saya bisa tinggal di salah satu rumah seseorang yang sangat baik hati yaitu di jl.Brawijaya dan hanya 2 minggu saja. Setelah itu saya pindah ke Mahesa Princess Camp 4, disini saya banyak bertemu teman2 hebat yang sangat menyenangkan. Satu bulan terakhir saya tinggal di Cherry Camp. Karena tinggalnya 1 bulan (paling lama dibanding camp yang lain), rasa kekeluargaan di camp ini sangat tinggi, dan banyak hal yang sulit dilupakan disini, dan saya banyak menemukan orang-orang hebat yang menginspirasi saya.

Dalam 2 bulan ini saya telah menjalani kursus di Mahesa Institute, Marvelous, Cherry, Elfast, Kresna, dan Mr. Bob class.  Satu bulan pertama terbilang sangat padat, karena saya mulai masuk jam 05.30 pagi hingga 21.00 malam, dan saya harus berpindah-pindah tempat kursus dalam waktu tersebut. Sedangkan satu bulan terakhir saya hanya mengambil beberapa kelas saja, selain karena sudah masuk bulan puasa (Agustus 2011) juga ingin melatih dan mengevaluasi kemampuan speaking dan writing sendiri.

Pengalaman saya di Mahesa juga sangat menyenangkan, saya memiliki 2 teman dekat yang sangat cheerful dan memiliki semangat tinggi dalam belajar, yang satu dari UI dan satu lagi dari Universitas Muhammadyah Malang, Mila dan Jeffry. Mungkin mereka tidak tahu,tapi sebenarnya mereka adalah inspiring person saat saya belajar bersama-sama di Mahesa, dan saat ini semangatnya masih sangat terasa. Latihan-latihan Toefl yang intensif sangat membantu test toefl ITP saya di kampus, dan tentunya diimbangi dengan latihan-latihan sendiri yang bisa membangkitkan kepercayaan diri kita. Hal yang paling menarik adalah ketika saya ditodong Mr.Safril untuk ngisi diklat Jurnalistik di camp mahasiswa IKJ Jkt, ouh..karena Mr. Safril tahu kalau saya ikut Pers Mahasiswa di Kampus saya (UB). Itu adalah pengalaman yang tidak bisa saya lupakan, thanks for Mr.Safril.

Marvelous. Nah saya belajar speaking disini, mulai dari dasar hingga debat. Oya teacher saya disini umurnya sama dengan saya lho, that’s awesome..  Sebenarnya banyak juga teacher2 muda di Pare, jangan lihat mudanya, tapi kemampuannya.. (^_^)one of inspiring persons.  Di sini saya juga banyak bertemu dengan banyak sekali kwan2 yang hebat, bahkan mereka yang belajar disini ada juga yang berasal dari luar Jawa. Saking banyaknya inspiring persons disini, aku tidak bisa menyebutkannya satu persatu, tapi dari semuanya, yang paling dekat dengan aku adalah Rahmy dan Dian. Rahmy kuliah di UI dan Dian kuliah di ISI. Semangat mereka dalam belajar speaking sangat tinggi, kapan pun dimana pun kita slalu speak up dan berusaha ngomong bahasa Inggris walau awalnya nggak lancar, huhu.. Selain itu, share kita juga bisa dibilang seperti seorang sahabat, curhat, dll.. They are really great persons..

Di simpang lima Gumul, bersama teman2 Marvelous..

with Rahmy..

Kresna dan Mr. Bob. Di Kresna, saya belajar grammar dan bertemu Ryry disana. Ryry adalah anak Hukum UI. Lalu dia mengajakku untuk join kursus di Mr.Bob selama 2 minggu. Di Mr.Bob Class, saya belajar speaking. Jadi tiap pertemuan semuanya harus speak up, speak up, dan speak up… Ini benar2 mendorong dan memaksa kita untuk speaking, terutama menumbuhkan rasa percaya diri kita. Karena kalo kita nggak percaya diri sangat susah untuk mulai berbicara,hee.. Oya salah satu teman di kelas ini ada yang berprofesi sbg fotografer dan jurnalis.. Walaupun kelasnya Cuma singkat/2minggu, tapi di kelas ini sangat menyenangkan..

Seusai kelas di Mr. Bob ^_^

Di Elfast, saya ambil kelas Translation dan Writing.  Sengaja pilih 2 kelas ini karena kupikir sangat penting untuk bekal di master degree nanti. Ternyata memang sangat penting. Rata-rata yang ambil kelas ini adalah teman-teman yang mau berangkat sekolah ke Luar Negeri (LN), conference ke LN, dan lanjut studi s2. Tapi beberapa juga masih ada yang kuliah s1 dan SMA, dan ada juga seorang penulis (wah..) Oleh karena itu, 2 kelas ini sangat menginspirasi.. Mr. Shan (teacher-ku) sangat berbaik hati juga karena mau membantu mengoreksi Abstract penelitianku,thanks so much.  Aku belajar banyak disini tentang bagaimana apply conference dan beasiswa ke LN. Teman-teman juga sangat antusias, karena kita memiliki keinginan yang sama.. Shinta adalah teman paling dekat di Elfast, dia sangat baik hati dan selalu memotivasi.. Sedangkan yang lainnya ada Cupang (Siti), Omi, Rio, Beibs, Putri dan Mona.. aku akan slalu merindukan kalian..

Pulang bareng yuuuk..- Gowes bersama teman2 Elfast. Di Pare, banyak sekali persewaan sepeda..

-Elfast- Seusai kelas.. with Mr. Shan

Cherry adalah camp full English area, jadi ada punishment kalo kita nggak speaking in English,hee.. Hal ini sangat bagus untuk memacu kita berbahasa Inggris. Selain camp, disini juga ada kelas. Kelas yang saya ikuti adalah vocab & pronounciation dan public speaking. Di camp ini, rasa kekeluargaannya tinggi. Disini aku bertemu dengan Ifa, dia masih sangat muda-19 tahun, but she’s so brilliant..Sangat percaya diri dan memiliki kemampuan sosialisasi yang baik. Selain itu dia selalu memotivasi teman2 yang lain sehingga semua member camp sangat bersemangat mengikuti kelas. Yang lainnya ada Hafsah, Rosi,miss Austin, Humairo, Leily,Putri, dll.. Thanks for all of your kindness.. I always miss U all..

Foto di studio brsama teman2 di Cherry..

Say Goodbye. Hari terakhir..waktu aku mau pulang ke Surabaya (24 Agusts '11)

Pengalaman di Pare membuat saya slalu terpacu untuk memompa kualitas diri. Dua bulan telah berlalu, namun semangat itu selalu ada.. Masih ada hari ini dan esok sehingga kita tidak akan berhenti belajar..Thanks for all.. I have learnt many things from all of U..  Let’s grab our future.. I’m pretty sure we can!

-Bintang Merah-

I always remember, "Your dream is in your hand"

Bintang Merah

Sebuah catatan kecil (Pare, Agustus 2011)..

Dedicated to Ifa.. I know U can! Trust Me!

Dean menghela nafas. Dia berdiri di Beaumont St, tepatnya di depan Ashmolean Museum yang berhadapan dengan hotel Randolph, Oxford. Tersenyum penuh syukur. Dia membayangkan sesuatu yang dialaminya 2 tahun silam. Namun konsentrasinya sedikit terpecah karena sesekali dia melihat jam tangannya. Seperti menantikan sesuatu namun tidak terlalu menghawatirkannya.

“Hey Dean, sorry I’m late..”, ucap seorang gadis yang datang tergesa-gesa. Nafasnya terengah-engah.

“It’s okey Kinanthi, I suggest U, sebaiknya kamu kurangi kebiasaan telat itu. Jangan malu-maluin Indonesia ya, hehe..”, ucap Dean meledek. Kinanthi membalas dengan senyuman.

Dean dan Kinanthi adalah teman seperjuangan di Institute of Archaeology, Oxford University. Mereka mendapatkan beasiswa dari organisasi perempuan di Inggris untuk Negara berkembang.

“Ooouh, I love Spring”, teriak Dean. “Mengingatkanku akan hangatnya sinar matahari di Indonesia”.

“Let’s enter the museum, please”. Sahut Kinanthi. “Aku sudah tidak sabar melihat lukisan asli karya Michelangelo, Leonardo da Vinci, dan Pablo Picasso”. Kinanthi menarik tangan Dean dengan penuh semangat.

Dean tersenyum riang, dan menyadari sisa imajinasinya bahwa saat ini ia benar-benar mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu bersekolah di oxford. Waktu untuk menyentuh romantisme masa lalu telah usai. Saatnya menjelajahi Ashmolean Museum bersama Kinanthi.

***

Ini masih begitu sore. Namun Mars sepertinya sudah sangat ingin menghiasi langit. Bagaikan permata yang muncul ke permukaan laut. Lautan langit biru tua. Seorang gadis memandang lautan langit biru tua. Kepalanya menengadah ke atas, perlahan tangannya terangkat ke atas, ingin menggapai permata kemerahan itu. Garis senyumnya melengkung ke atas dan matanya berbinar terang.

Halaman belakang sebuah camp selalu menjadi saksi. Ia berdiri tepat di sebuah camp dari berpuluh-puluh camp yang ada di sebuah kecamatan kecil bernama Pare. Sebuah kecamatan yang ada di kota Kediri, Jawa Timur ini sangat populer karena menjadi pusat rantauan untuk menimba ilmu bahasa Inggris.

“It’s okay, It will be okay. I’m sure I can do it”, ucapnya lirih sambil memandang planet Mars yang terlihat seperti bintang di langit. Gadis itu menamainya ‘Bintang Merah’ walaupun dia tahu bahwa sebenarnya itu adalah sebuah planet merah alias Mars.  “Red Star, one day I will say hi to you in a different place. I’m sure, one day I will meet u again in a new world, new place, and new friend”, lanjutnya sambil menatap sang planet kemerahan. “Yes, I’m sure you can! I can see from your eyes and your face, you will reach that!”, jawab bintang merah—di dalam pikirannya.

Seorang gadis lain mengenakan mukena datang  padanya, “Hi Dean, It’s time for pray. What are you doing here? Have you finished to take your laundry? Ouh God, Come on girls, move on!”.

“Okey, I am moving now.. Don’t  you see it? I just share to red star about my future, and you know what the answer is it? Red star said that I will reach all of my ambitions”.

“Ouh, now, stop dreaming girls..  Actually, I’m also sure that you can reach your ambitions, but you must realistic, how come you share to Red star in this time! You wasted your time. Just move on now!”

“My dear Lusi, Red star is different. Because it isn’t just a star but a planet, Mars. It looks like a star at night, but actually I think It have much power to me. People say that red mean a brave, and I feel so strong and confident when I see it”.

“Whateverlah..”, logat inggrisnya Lusi mulai berubah, bercampur dengan logat Indonesia. Kemudian Lusi berbisik, “Ayo cepat angkat semua jemuranmu, dan segera ambil air wudhu. Karena sebentar lagi miss Anne segera memimpin sholat”.

“Ssst.. be quite! Kalo ketauan kita pake gag pake bahasa inggris tar bisa kena punishment”, ucap Dean lirih.

Dean,gadis yang baru saja menamatkan sekolah menengah atas, di pesantren tepatnya. Sangat terbiasa dengan kehidupan asrama.  Namun, jiwa sosialnya begitu bagus dan gampang bergaul dengan siapa saja di sekitarnya. Dean selalu punya bahan pembicaraan sehingga dengan orang yang pendiam sekaligus, dia tidak canggung untuk saling share. Sehingga dengan sifatnya yang seperti itu, dia terlihat lebih dewasa jika dibandingkan dengan gadis yang sebaya dengannya.

Kreek! Dean membuka pintu depan. Lalu membuka jendela camp yang berjajar sangat banyak. Udara dingin menyeruak masuk memenuhi ruangan. “Wake up, girl.. time for class”, Dean mengetuk satu-persatu pintu penghuni camp.

Kebanyakan camp di Pare adalah camp full English area. Sehingga penghuninya harus selalu berkomunikasi dengan bahasa Inggris, kalau tidak siap-siap saja dikenai punishment. Dean sudah 6 bulan belajar di Pare. Kemampuan grammar dan speaking-nya sangat bagus. Dean memang slalu focus apabila sedang mempelajari sesuatu. Dengan kemampuannya yang luar biasa ini, Dean ditunjuk menjadi tutor di camp-nya. Tutor camp biasanya ditunjuk oleh lembaga kursus yang bersangkutan untuk mengisi materi atau program di camp. Di Pare ada dua periode untuk memulai kelas baru yaitu setiap tanggal 10 dan 25. Besok, yaitu tanggal 25, merupakan pengalaman baru bagi Dean karena dia akan menjadi tutor untuk kali pertama di camp-nya.

***

Environmental Archaeology of Sites and Landscapes adalah mata kuliah favourite Dean, tidak heran lecture-nya sangat mengapresiasi opini-opini Dean saat perkuliahan berlangsung. Dean sudah bertekad akan bersungguh-sungguh dalam menjalani kuliahnya, dan sebagai wujud rasa syukur pada yang kuasa. Seusai kuliah, Dean mengajak Kinanthi pergi ke suatu café yang biasa ditempuh dalam waktu 5 menit dengan berjalan kaki dari kampus Oxford.

Mereka tiba di St. Aldates, tepat di depan Café Loco yang merupakan Café dengan bangunan tua yang eksotik. Dean memilih tempat di sisi depan dimana dia bisa melihat keadaan luar dengan jelas. Menu yang terkenal disini adalah Wine dan Kopi. Namun Dean tidak terlalu suka Kopi, apalagi anggur. Berbeda dengan Kinanthi yang suka dengan kopi hingga semua kopi di berbagai tempat sudah ia cicipi.

“Fresh orange juice,please!”, ucap Dean pada pelayan.

Kinanthi begitu serius melihat daftar cafe menu di tangannya, “hm.. Double Espresso please!”.

Dean terbengong-bengong bersamaan dengan perginya pelayan cafe.

“Napa lu?” Tanya Kinanthi.

“Heran.. Kamu benar-benar maniac pahit ya. Minum secangkir espresso aja aku udah gag tahan pahitnya, apalagi double!”, ucap Dean.

Kinanthi tertawa. “Eh, Dean.. Jangan salah.. Pahitnya Espresso tuh adalah cita rasa kopi yang sebenarnya”.

“Iiih pahit.. Lagi pula harganya mahal dua setengah poundsterling”.

“Sekali-sekali kan nggak papa. Asal gag tiap hari. Sebenarnya ada apa kamu mengajakku kesini?”

“Pengen share aja! Ada yang ingin kutunjukkan”

Kinanthi mendekat pada Dean dan berbisik, “Humz, a secret?”

“Haha.. No.. Aku ingin membawamu menemui Red star”

“Red star?”, Kinanthi heran. “Who is it?”

“Akan kutunjukkan setelah matahari terbenam, sebentar lagi”.

Tidak lama kemudian, pelayan café datang membawa pesanan mereka.

***

“Waah ada bule pagi-pagi gini..”, teriak anak-anak camp saat menikmati sarapan di warung Aminah.

“Where?”, Tanya Dean.

Belum sempat pertanyaan Dean terjawab, orang asing itu datang ke arah Dean.

“Could you like to take a photo of me and my friend?”, Tanya orang asing itu pada Dean.

“Of course”, ucap Dean dengan sangat senang.

Dari pertemuan awal itu Dean berteman baik dengan orang asing itu. Mereka adalah Mark and Yolanda, orang Amerika yang kuliah di Oxford. Mereka datang ke Pare untuk memenuhi undangan salah satu kawannya yang membuka lembaga kursus. Dean sangat senang karena banyak mendapatkan informasi dari mereka seputar beasiswa Bacelor Degree. Mereka sangat mengapresiasi Dean, karena selain sebagai tutor yang sangat muda, Dean memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat bagus. Hingga akhirnya mereka membuka jalan Dean untuk mengajukan funding di Inggris, dan mengikuti seleksi International Student di Oxford.

***

“Mau coba?”, Tanya Kinanthi.

“Makasih, Aku lebih suka juice dari pada kopi”.

“Okay.. Hm.. ‘Dean Kartika’.. Sambil menunggu red star kamu, sebenarnya aku penasaran dengan arti nama ‘Dean’”.

Dean tersenyum kecil. “Sebenarnya orang tuaku ingin memberiku nama Dian Kartika, namun waktu pembuatan akta salah ketik jadi Dean Kartika”, jelasnya singkat.

“Ouh aku kira benar-benar Dean yang artinya adalah Dekan, hehe.. alias pemimpin mungkin.. Jadi persepsi awalku, Dean Kartika adalah Pemimpin bintang. Tapi aku sangsi, karena kalau itu benar, maka pemikiran orang tuamu melanglang begitu jauh ampe ke bahasa inggris untuk mencari arti namamu”

“Um.. Dian itu lampu, kartika adalah bintang. Mungkin maksudnya adalah bintang yang menyinari, memberi manfaat pada orang lain. Tapi tidak ada salahnya jika kini kau artikan pemimpin bintang. Karena seorang pemimpin itu memiliki cahaya yang lebih dari pada yang dipimpin, sehingga bertanggung jawab akan hal yang dilakukannya, menuntun kegelapan menuju jalan terang”.

“Ouh, the melancholy of you.. Bisa berfilosofi juga nih”. Kinanthi tersenyum.

“Eh matahari sudah terbenam, habiskan kopimu!”, ucap Dean.

Setelah mereka membayar, Dean mengajak Kinanthi ke luar café.

“Apa yang yang akan kamu lakukan?”.

“Coba lihat langit biru tua di atas kepala kita”, ucap Dean.

Kinanthi menuruti.

“Apa kau melihat bintang kemerahan itu, Kinanthi?”

Kinanthi mengangguk. “Maksudmu planet Mars?”

“Aku telah berjanji untuk menyapanya di suatu tempat dimana aku berhasil mendapatkan mimpiku”, ucap Dean pada Kinanthi. “Red star, now I’m here. I ever said to say hi to you in different place, dream place that I am studying to reach my dream. Now, I meet u again in a new world, new place, and new friend—Kinanthi”, Dean mencoba berbicara pada bintang merah yang berkelap-kelip indah.

Kinanthi hanya terpaku, tak ingin menyela walau sepatah kata pun.

“I just wanna show you, that I can reach my dreams. There’s a will, there’s a way. And of course with the Mercy and Guidance from Allah, I can stand here”. Kemudian Dean menatap Kinanthi sejenak dan mengucap rasa syukur.

Kinanthi tersenyum. Lalu mereka tertawa penuh haru, menyadari kesempatan emas yang sedang mereka jalani, dan berjanji tidak akan menyia-nyiakannya. Dimana ada keinginan, disitu ada jalan.

-Keep spirit yach!- ^_^

Ternodainya Pendidikan Demokrasi

Ternodainya Pendidikan Demokrasi

 (arsip lama yang kutemukan lagi minggu lalu,^_^ mungkin hanya tulisan singkat)

Oleh: Hayyu Febriani*)

Pendidikan Demokrasi merupakan hal yang digembar-gemborkan pada PEMILU. Namun, kebiasaan politik saat ini dengan adanya serangan fajar dan kampanye semenarik mungkin menjadi hal laten ternodainya pendidikan demokrasi di tengah-tengah masyarakat yang notabene menjadi objek pendidikan demokrasi.

Menurut Sharma (2004), demokrasi ialah kekuasaan Negara yang dalam komposisi penguasanya adalah terdiri dari wakil-wakil semua lapisan masyarakat, yaitu partai, golongan, dan masyarakat daerah yang ada di dalam Negara. Namun sepertinya partai politik dan penguasa membuat makna demokrasi dengan definisinya sendiri. Kalau kita tinjau dari definisi sesungguhnya, maka demokrasi yang terjadi saat ini ialah kekuasaan Negara yang komposisi penguasanya ialah penguasa Negara, partai, golongan dan tidak termasuk masyarakat atau rakyat. Hal ini secara laten akan melunturkan makna demokrasi yang sesungguhnya pada masyarakat.

Masyarakat Oportunis

Masyarakat Indonesia yang merupakan objek dari pendidikan demokrasi seharusnya memang menjadi orang-orang ‘terdidik’ yang benar-benar yakin akan pilihannya. Permasalahan yang paling mendasar dalam pendidikan demokrasi ialah apa makna dari demokrasi itu sendiri. Ketika masyarakat tidak tahu mengenai makna demokrasi itu sendiri, jangan harap demokrasi bisa diimplementasikan di Negara ini. Hal yang dikhawatirkan adalah munculnya makna demokrasi semu yang mungkin bisa membodohi bangsa ini.

Tetapi pada realitanya pendidikan demokrasi yang terjadi saat ini menjadikan masyarakat untuk bertindak oportunis. Yang lebih parahnya lagi tidak dibarengi dengan pemahaman mengenai demokrasi itu sendiri dan asal memilih parpol. Kita lihat saja kemiskinan dimanfaatkan caleg (calon legislator) untuk menggait masyarakat dalam memilih partainya, misalnya serangan fajar yang sudah familiar pada masyarakat. Bahkan BLT (Bantuan langsung tunai) yang diberikan salah satu parpol digunakan untuk menarik simpati masyarakat.

Partai polotik (parpol) menjejali masyarakat dengan iming-iming materi dan hadiah-hadiah untuk mendapatkan simpati. Bahkan untuk menarik simpati besar-besaran parpol menggandeng orang-orang populer, misalnya artis atau juru khotbah agama. Masyarakat terhipnotis dengan strategi kampanye parpol, terutama masyarakat miskin yang sangat membutuhkan materi maupun masyarakat yang haus akan ‘pesta’ semata. Dari sini kita bisa melihat hilangnya makna demokrasi. Masyarakat tidak mempunyai pilihan caleg dengan pertimbangan secara matang baik latar belakang, visi misi, dan perubahan bangsa yang lebih baik sesuai hati nurani. Tetapi dengan iming-iming materi tersebut, masyarakat lebih memilih partai-parpol yang memberikan kontribusi lebih banyak dari parpol lainnya. Mental-mental oportunis mulai terbentuk dalam diri masyarakat. Jika hal yang mendasar mengenai demokrasi saja belum dipahami, maka masyarakat tidak lagi memikirkan apa yang kelak akan terjadi dengan bangsa ini melainkan apa yang akan didapat dari kampanye parpol.

Kualitas Demokrasi

Masyarakat yang pragmatis diarahkan oleh kontribusi dan pencitraan pasar yaitu parpol. Suara terbanyak adalah dasar untuk penetapan calon anggota legislatif. Oleh karena itu, hal ini memacu persaingan yang tidak sehat antar parpol. Praktik politik uang pun merajalela. Hal ini justru memacu peluang korupsi baru untuk menutupi biaya kampanye yang besar. Lord Acton, ahli sejarah Inggris menyatakan bahwa manusia yang memiliki kekuasaan akan selalu cenderung untuk berusaha menyalahgunakan kekuasaannya, tetapi manusia yang memiliki kekuasaan tidak terbatas pasti akan menyalahgunakannya.

Tidak semua pemungut suara memilih dengan pertimbangan dan hati nuraninya. Sedangkan saat ini parameter yang satu-satunya bisa digunakan dalam PEMILU adalah suara terbanyak. Siapapun yang terpilih, dari segi kuantitas memang layak menjadi caleg, tetapi diragukan dari segi kualitas demokrasi yang dicapai. Sudah saatnya kita kembali ke tatanan demokrasi yang benar sehingga tujuan demokrasi yang sesungguhnya dapat terlaksana.

 

Kacang Bambara alias si Kacang Bogor

Pernah denger kacang bambara? Di Jawa Barat, kacang bambara biasa disebut kacang bogor. Selain untuk camilan, kandungannya yang rendah lemak dibanding kacang-kacangan lain terkadang dimanfaatkan untuk diet. Sebenarnya ini adalah arsip penelitian saya, dan ingin membagi beberapa info tentang keberadaan kacang bambara di Indonesia.. Semoga bisa bermanfaat.. (^_~)

Kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) merupakan kacang yang berasal dari Afrika dimana memiliki kemampuan tahan terhadap kekeringan dibandingkan tanaman kacang-kacangan yang lain. Nama ‘Bambara’ itu sendiri yaitu adalah suatu daerah yang berada di Afrika, yang konon merupakan asal muasal kacang ini.

Pada masyarakat Indonesia, Kacang Bambara lebih dikenal dengan nama Kacang Bogor. Pemberian nama kacang Bogor sendiri dikarenakan kebanyakan kacang bambara dijual dan dibudidayakan di daerah Bogor, dan menjadi camilan khas Bogor. Selain itu, kacang bambara merupakan salah satu komoditi utama petani di daerah kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kacang bambara merupakan salah satu kacang-kacangan minor yang belum terlalu diperhatikan di Indonesia dan daerah penyebarannya kurang begitu luas. Konsumen pada umumnya memanfaatkan kacang bambara sebagai bahan campuran sayur, atau mengkonsumsinya dalam bentuk kacang rebus dan kacang goreng. Menurut Stephens, biji kacang bambara biasanya dioven dan dijadikan sebagai tepung yang memiliki nutrisi. Brough et. al (1993) menyatakan bahwa kacang bambara dapat digunakan untuk memproduksi susu, dimana susu ini dapat dibandingkan dengan susu kedelai. Test kandungan protein dalam susu bambara mengindikasikan bahwa dapat menggantikan susu kedelai.

Kacang bambara merupakan tanaman kacang-kacangan yang memiliki peran dalam program diversifikasi pangan. Kacang bogor kering mengandung 16 – 21% protein, 50 – 60% karbohidrat dan 4,5 – 6,5 % lemak, serta mengandung kalsium, fosfor, zat besi dan vitamin B1. Kandungan karbohidrat yang tinggi menyebabkan kacang bambara bisa menjadi alternatif pangan dalam program diversifikasi pangan. Selain itu kacang bambara juga memiliki manfaat dalam konservasi tanah, penyediaan bahan industri maupun penyediaan pakan ternak.

Morfologi Tanaman Kacang Bambara

Kacang bambara termasuk dalam famili Leguminoceae/ Papilionaceae, subfamili Papilionoidae, genus Vigna dan spesies Vigna subterranea (L.) Verdcourt. Kacang bambara mempunyai susunan genom 2n dengan jumlah kromosom 11 pasang (2n = 22). Batang percabangan muncul sekitar 1 minggu setelah perkecambahan, dan sebanyak 20 cabang dapat dihasilkan. Setiap cabang terdiri dari internodes, dan cabang dekat dasar lebih pendek daripada yang lebih. Batang sangat pendek, sehingga secara visual seolah-olah tidak berbatang, tetapi mempunyai cabang banyak. Tanaman di permukaan tanah tampak merumpun, terdiri atas sekumpulan tangkai daun yang panjang.

Sistem perakaran pada kacang bambara adalah akar tunggang. Akar tanaman kacang bambara menyebar ke segala arah dan masuk ke dalam tanah. Kedalaman perakaran dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanah, namun rata-rata mencapai 30 cm. Akar tanaman kacang bambara membentuk bintil akar untuk fiksasi nitrogen dengan bersimbiosis dengan bakteri rizhobium. Bakteri tersebut mampu mengikat nitrogen bebas (N2) dari udara.

Tanaman kacang bambara memiliki daun majemuk dengan tiga anak daun yang berbentuk agak ellips. Tangkai daun panjang, tumbuh tegak, dan sedikit berbulu. Daun trifolia, muncul pada tiap node dengan tangkai daun yang panjang, tumbuh tegak, berlekuk, menebal pada dasarnya dan sedikit berbulu. Daun berbentuk lanset hingga jorong sempit. Daun berwarna hijau muda sampai hijau tua. Daun tengah biasanya sedikit lebih besar dibandingkan dengan daun lateral, dengan panjang rata-rata 6 cm dan lebar rata-rata 3 cm.

Bunga kacang bambara termasuk tipe bunga kupu-kupu. Bunga muncul dari ketiak daun dan tumbuh menyebar.  Mahkota bunga berwarna kuning tua kemerah-merahan, dan ada pula yang berwarna merah gelap. Panjang tangkai bunga tidak lebih dari 1,5 cm. Bunga terdiri dari lima kelopak daun berbulu (empat di bagian atas dan satu di sisi bawah). Keempat daun atas hampir sepenuhnya bergabung, sedangkan yang lebih rendah sepal sebagian besar Ketika bunga membuka pada pagi hari, warnanya putih kekuningan, tapi menjelang malam hari, perubahan warna melalui berbagai nuansa warna kuning ke cokelat. Bunga yang dihasilkan menjelang akhir kehidupan tanaman biasanya berwarna cokelat muda. Setelah terjadi penyerbukan, tangkai bunga memanjang dan masuk ke dalam tanah sebagai ginofora.

Buah berbentuk polong bulat. Periode perkembangan polong paling lama 30 hari setelah terjadi penyerbukan. Polong yang masak atau tua dalam keadaan yang segar berwarna putih dan halus, namun jika kering, berubah menjadi kecokelat-cokelatan dan berkerut. Polong berisi 1 – 2 biji dengan bentuk agak bulat, licin dan keras. Warna kulit biji bervariasi yaitu putih, krem, cokelat, ungu dan hitam. Polong yang matang sering kusut, mulai dari kekuningan ke warna coklat kemerahan gelap.

Biji kacang bambara berbentuk bulat dan mempunyai struktur yang terdiri atas kulit biji (spermodermis), tali pusat (funiculus), dan inti biji (nucleus seminis). Kulit biji tipis, berwarna putih susu pada stadium muda, yang kemudian berubah menjadi merah sampai kehitaman saat stadium tua. Pusat biji (hilus) tampak jelas secara visual, berbentuk bulat dan berwarna keputih-putihan. Inti biji merupakan lembaga, yaitu jaringan yang berisi cadangan makanan. Biji kacang bambara berkeping dua (dicotyledonae)

Syarat Tumbuh

Tanaman Kacang Bambara merupakan herba semusim dengan cabang-cabang lateral yang menjalar di atas tanah. Tanaman kacang bambara cocok tumbuh pada ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut. Kebutuhan iklim kacang bambara kurang lebih sama dengan kacang tanah. Suhu rata-rata tahunan yang dibutuhkan 19-27 derajat Celsius, dengan penyinaran matahari yang cukup. Curah hujan yang dikehendaki berkisar antara 500-3.500 mm per tahun.

Keunggulan utama dari tanaman kacang bambara adalah tahan hidup di tanah dengan unsur hara yang minimal, sehingga banyak dikembangkan di daerah terkering Afrika tropis. Tanaman ini memiliki kandungan gizi tinggi dan mampu berproduksi dengan baik di daerah kering jika dibandingkan dengan tanaman legume yang lain. Tanaman kacang bambara juga dapat menyumbangkan nitrogen untuk tanah melalui simbiosis dengan bakteri rhizobium.

Sekian, terimakasih.

Presentasi Poster penelitian kacang bambara pada Kongres LIPI X.

Presentasi Poster penelitian kacang bambara pada Kongres LIPI X (Jakarta, 2011).

Kejepret kamera juga waktu sesi tanya jawab

Kejepret kamera juga waktu sesi tanya jawab, hihi🙂

Presentasi penelitian kacang bambara di International Conference on Basic Science
Presentasi penelitian kacang bambara di International Conference on Basic Science (UB, Malang, 2011)

With mb Kiki (Univ. Tanjungpura) dan mb Reni (UNESA).
With mb Kiki (Univ. Tanjungpura) dan mb Reni (UNESA).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.